Kamis, 30 Desember 2010

Menggali Arti Mubham

Oleh : Ahda Sabiela
A. Pendahuluan.

Segala puji syukur hanya kepada Allah Swt semata sang pencipta semesta, Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah merubah dunia menuju kesempurnaan.
Al-qur’an merupakan pedoman hidup bagi 1,6 milyar umat muslim didunia saat ini, didalamnya mengandung banyak misteri yang belum terpecahakan sehingga banyak dari para ulama, ilmuwan, peneliti berusaha menyajikan pecahan puzzle yang masih tersembunyi dibalik kalam ilahi. Diatara puzzle yang ada yaitu mubham , apakah mubham tersebut, bagaimana cara mengungkapkannya? Tulisan ini ingin mengajak pembaca untuk berkenalan dengan mubham dan menelusuri apa didalamnya.
Urgensi dalam ilmu mubham telah difikirkan sejak zaman sahabat , hal tersebut tertuang dalam hadist :
قال‏:‏ وقد روي عن عكرمة مولاي ابن عباس رضي الله عنه أنه قال‏:‏ طلبت أسم الذي خرج من بيته مهاجرا إلى الله ورسوله ثم أدركه الموت أربع عشر سنة حتى وجدته ‏
Hadist diatas menunjukkan bahwasanya ilmu mubham telah mendapat perhatian khusus dimasa sahabat.
B. Definisi:
Secara etimologi mubham mempunyai arti tersembunyi
Secara terminologi mempunyai arti semua lafadz yang termaktub didalam Al-Qur’an tanpa menyebutkannya secara spesifik atau sesuatu yang tertentu, seperti nabi, wali , seorang hamba, raja, negara , pohon yang belum disebutkan namanya atau jumlah yang belum dijelasakan berapa jumlahnya, zaman yang belum tertera tahunya, tempat yang belum ditentukan .
C. Sebab- Sebab Mubham
Mubham dalam Al-Qur’an bermacam-macam tentunya, sebab-sebab mubham itu sendiri yaitu:
1. Penjelasan suatu ayat di surat yang berbeda.
Contoh :
أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ صِرَاطَ الَّذِينَ
(Al- Fatihah : 6)

Dijelaskan di surat An-Nisa 69:

مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً

2. Tidak disebutkan namanya disebabkan telah mashur.
Contoh :
(Al- Baqoroh: 35) وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ
Tidak disebutkan hawa dalam ayat diatas dikarenakan tidak ada selainya.

3. Sengaja tidak disebutkan namanya untuk menjaga nama baiknya.
Contoh :
(Al-Baqoroh:204) وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Dia adalah Akhnas ibn syariq telah lama masuk islam dan dikenal baik dalam menjalankan keislamnya.
4. Tidak disebutkan karena tidak bermanfaat.
Contoh :
(Al-Baqoroh: 259) أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَى قَرْيَةٍ

5. Sebagai peringatan untuk umum.
Contoh :
(An-Nisaa:100) وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِراً
6. Penghormatan dengan menyebutkan sifat-sifat yang baik tanpa menyebutkan namanya.
Contoh :
(Az-Zumar:33) وَالَّذِي جَاء بِالصِّدْقِ
Yang dimaksud dengan sidiq pada ayat diatas adalah seluruhnya.
7. Menyindir dengan sifat yang jelek.
Contoh :
(Al-Kautsar:3) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَر

D. Sumber mubham.

Untuk mengetahui mubham dibalik ayat tersebut dengan jalan Al-qur’an dan periwatan hadist saja melalui sahabat yang mengambil periwayatan dari nabi dan para tabi’in yang mengambil dari sahabat, imam Suyuti tidak memperkenankan ijtihad ro’yun didalamnya . Imam Suhaili dalam bukunya At-ta’rif wal I’lam bima ubhima fil Qur’an minal asmai wal a’alam memperinci bahwasanya mengetahui mubham yang melalui hadist rosulullah bisa melalui asbabu nuzul ayat .

Imam Zarkasyi memberi catatan dalam mubham, yaitu :

1. Dalam satu orang terdapat dua nama dan ditetapkan satu nama dari keduanya tersebut dengan maksud memunculkan orang tersebut, seperti nama nabi nuh, disebutkan dalam Alquran dengan nama tersebut agar mengingatkan banyaknya taffakur akan dirinya dalam keta’atan kepada rabbnya, sedangkan nama aslinya Abdul Ghoffar.
Contoh lain dalam Alqur’an adalah dalam surat Al Masad ayat 1:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Disebutkan dari nama aslinya Abdul uzza ke nama julukanya yaitu Abu lahab dimaksudkan untuk menunjukkan kemashuranya atau untuk menunjukkan kejelekan namanya.

2. Disebutkan dalam Al-qur’an dalam bentuk sifat, sebagai peringatan bahwasanya Allah menginginkan orang tersebut, seperti di surat
Al – Qolam ayat 10-11 :
هَمَّازٍ مَّشَّاء بِنَمِيمٍ وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ
yang dimaksud ayat diatas ialah Akhnas bin Syariq.


3. Didalam Alquran tidak disebutkan nama perempuan kecuali hanya Maryam binti imron, disebutkan dalam 30 judul, diantara hikmah dari penyebutan nama maryam adalah sebagai penegasan bahwasanya nama tersebut menunjukkan kekuatan ketundukanya kepada Allah dan sebagai pelaksanaan kebiasan adat bangsa arab dalam menyebutkan nama ayahnya setelah nama asli, dalam hal ini Nabi Isa As tidak mempunyai bapak sehingga yang disebutkan adalah nama ibunya secara berulang agar dapat mempengaruhi dan menegaskan bahwasanya kelahiranya tanpa ayah seperti halnya penciptaan adam.

4. Sebaliknya penyebutan nama lelaki banyak terdapat dalam Alquran misalnya dalam surat Al-Mudasir ayat 11 :
ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيداً
Dikatakan bahwasanya itu adalah Walid ibn mughiroh.



Imam zarkasyi dalam bukunya Al burhan fi ulumil quran menyatakan bahwasanya tidak dibahas atau diselidiki mubham , seperti tertera di surat
Al - Anfal ayat 6 :
دونهم لا تعلمونهم الله يعلمهم وآخرين من
Imam Zarkasyi mengatakan katanya mereka adalah jin dan atau quroidhoh, akan tetapi Imam Suyuti tidak setuju dengan hal tersebut yang dimaksud dalam ayat ini adalah bukan tidak diketahuinya jenis mereka akan tetapi yang tidak diperbolehkan adalah penetapan atas orang tersebut , seperti halnya surat At- Taubah ayat 101:

‏وممن حولكم من الأعراب منافقون ومن أهل المدينة مردوا على النفاق لا تعلمهم نحن نعلم
yang tidak boleh ditetapkan adalah siapakah orang-orang munafik tersebut.

E. Klasifikasi Mubham

Imam Suyuti mengklasifikasi mubham menjadi dua kelompok besar yaitu :

1. Ayat yang mempunyai arti mubham dari seorang laki-aki, perempuan, raja, jin, atau dua orang, sekumpulan yang diketahui semua nama mereka, atau seseorang, atau yang jika tidak dimaksudkan kepada umum.

Contohnya:

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ
Rosul dalam surat Al Baqoroh ayat 129 diatas adalah nabi Muhammad saw.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Manusia yang dimaksud dalam surat Albaqoroh ayat 204 diatas adalah Akhnas Ibnu Sariq.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ
Dalam surat Al-baqoroh 132, mereka adalah Ismail, Ishaq, Madin, Zamroni, Sarah, Nafsyun, Nafsyan, Amim, Kisani, Surah, Luthoni, dan Nafas.

وَالأسْبَاطِ
Dalam ayat surat Al-baqoroh 136 diatas mereka adalah anak dari ya’qub yang berjumlah 12 mereka adalah : Yusuf, Rubail, Syam’un, Walawi, Yahuda, Dhani, Naftali, Jada, Asyiro, Yashju, Royalun, Benyamin.

الَّذِي حَآجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رِبِّهِ
Yang dimaksud ayat surat Al-baqoroh 258 yaitu Namrud ibn kan’an.

وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ
Wanita yang dimaksud surat Ali -Imron ayat 40 adalah Ashya Binti Faqun.

مَن يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
Yang menyeru kepada keadilan adalah Utsman bin Afwan, surat An-nahl ayat 40.

وَإِن تَظَاهَرَا
Surat At-tahrim ayat 4 adalah Aisyah dan Hafsah.


2. Ayat yang menunjukkan suatu sekumpulan jumlah akan tetapi hanya sebagian saja yang diketahui.
Contoh:

سْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ
Mereka adalah Umar, Hamzah, Muadz , surat Al-Baqoroh 219.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى
Abdullah bin ruwahah, surat Al-Baqoroh ayat 220.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ
Diantaranya Muadz bin jabal dan Sa’labah bin Ghonam, Surat Al-Baqoroh189


F. Penutup

Alhamdulillah telah selesai makalah Ini ucapan syukur kepada sang Kholik atas izinya dapat menyajikan sekelumit pengetahuan dalam diskusi ini. Penulis sadar makalah ini begitu banyak kekurangan dikarenakan keterbatasan pengetahuan, oleh karena itu diharapkan koreksian dalam forum ini agar kedepan dapat lebih baik lagi.


Referensi.

- Al-Itqan fi ulumil Qur’an, Imam Jalaluddin As-Suyuti, tahqiq : Hamid Ahmad Thohir Albasyuni, Darul Fajr li Turots, cet 1, 2006 M.
- Al-Burhan fi Ulumil Qur’an, Al- Imam Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi, tahqiq : Abi Fadhl Ad-dimyati, Darul Hadist 2006 M.
- Al-Quran Al Karim
- Tafsir Mubhamat Alqur’an, Imam Abdullah Muhammad Ibn Ali Albanasi, tahqiq : Dr hanif Ibn Hasan Alqosimi, Darul Qorb Al Islami, Beirut lebanon 1991 M.
- Mufhamat Al Aqron fi Mubhamat Alqur’an, Imam Jalaluddin As-Suyuti.

2 komentar:

  1. lumayan gan, masih lom jelas ni,dalam memahaminya.
    mudah2an dgn penjelasannya besok, jadi semakin jelas,

    BalasHapus
  2. Ya pak Kholil, lam sukses selalu

    BalasHapus